Archive for the Criminal actions Category

Budaya Anarkisme dan Kenaikan BBM…

Posted in Criminal actions, Events with tags , , , on May 28, 2008 by Firstiar N

Hehehe. Back to bahasa Indonesia dulu yah. Topiknya susah pake english :D~

Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah telah menaikkan harga BBM. Menanggapi keputusan tersebut telah terjadi demo besar-besaran dimana-mana. Seperti yang sudah kita ketahui pula dari berita yang banyak dimuat baik media cetak maupun televisi. Telah terjadi kerusuhan terkait demo mahasiswa Unas yang berupa bentrok antara mahasiswa selaku pelaku demonstrasi dan polisi selaku aparat penertiban. Penyebabnya, dari berbagai informasi baik media massa maupun orang awam, mahasiswa telah bertindak anarkis kepada aparat ketika melakukan demonstrasi. Sedangkan menurut pihak aparat, para pendemo telah melampaui batas ketika melakukan demonstrasi dan mulai melanggar hukum yang berlaku. Kita tela’ah masing-masing informasi tersebut.

Info dari kepolisian:
Aparat mengatakan pendemo telah melanggar koridor hukum dalam hal demokrasi. Yang manakah? Menurut Kapolri, kesalahan tersebut terletak pada diteruskannya aksi demonstrasi hingga melewati batas waktu (menurut Kapolri, batas waktu demonstrasi adalah pukul 18:00, jawapos, red) sehingga mulai meresahkan warga sekitar yang merasa terganggu dengan demo tersebut sehingga aparat mengambil tindakan untuk membubarkan yang “katanya” sudah dicoba membubarkan secara baik-baik namun para pendemo tidak menggubris.

Info dari media massa dan orang awam:
Mahasiswa telah bertindak anarkis dengan menyerang aparat yang sebenarnya hanya bertugas mengamankan agar demonstrasi tidak meluas. Bentuk serangan-serangan tersebut antara lain, menggunakan antara lain tongkat kayu berbagai ukuran untuk memukuli aparat yang pada awalnya hanya standby dengan tameng anti huru-hara. Bahkan ada juga yang menggunakan botol minuman energi yang diisi minyak tanah dan dibakar (baca: bom molotov) dalam kerusuhan tersebut. Dalam hal ini, demonstrasi telah berubah status menjadi huru-hara, sehingga memberi legitimasi pada aparat untuk maju melewati garis batas pengamanan untuk membubarkan huru-hara tersebut.

Ada juga pendapat kontra yang menyatakan, apapun yang terjadi, itu hak mahasiswa untuk melakukan demonstrasi dan tugas polisi hanya bertahan pada garis pengamanan (baca: tidak boleh masuk area demonstrasi).

Kontra pendapat dari saya: Memang benar jika demonstrasi berjalan simpatik dan tidak ada masalah besar. Tapi kalau sudah menyerang aparat yang tidak melakukan apa-apa, bahkan dengan molotov, apakah ini masih bisa disebut demonstrasi? Kok di mata saya yang saya lihat hanya aksi huru-hara dari gerombolan ga jelas. Kalau huru-hara boleh dong aparat berusaha membubarkan? Apapun alasannya, huru-hara PASTI merugikan warga sekitar dan layak untuk dibubarkan!

Back to topic:
Inikah mahasiswa yang katanya agent of change dari negeri tercinta ini? Sebegini parahnya kah pola pikir mereka sehingga menggunakan aksi huru-hara untuk mengutarakan aspirasi mereka yang katanya menyuarakan kepentingan rakyat? Tidakkah mereka berpikir bahwa aksi huru-hara yang mereka lakukan justru merugikan rakyat sekitar yang KATANYA mereka bela?

Ada selentingan usul dari komunitas milis internal yang saya ikuti. Seharusnya pemerintah (presiden beserta menteri-menterinya) dikonfrontasikan dengan wakil rakyat (bukan DPR) dari berbagai kalangan beserta para pengamat ekonomi yang kompeten, maju di mimbar akbar, disiarkan langsung secara nasional. Biarkan pemerintah memaparkan alasan-alasan yang mereka pakai pada keputusan kenaikan harga BBM secara transparan dan biarkan para wakil rakyat tersebut dan pengamat ekonomi mengkomentari maupun mengcounter landasan-landasan mereka. Sehingga rakyat tau apa sebenarnya yang terjadi dan ga perlu pakai demo-demo yang sering kali berubah menjadi aksi anarkis.

Sekian dulu. Monggo disambung… 🙂

Pickpocket MO!!

Posted in Criminal actions with tags , on June 4, 2007 by Firstiar N

On that bright day, I use a city transport to get to my girl’s house. That transport car when I stop it, we still have 5 empty seats there. Three more people also hop into this car. All were men. Let say they were A, B, and C. They occupy two seats on the edge, and one seat in the middle, near an empty seat. That’s four. So we had one seat left. Not long after those three, middle aged man also hop in. Let says he is D. The person that one of those three, let said he is A, said that there’s empty seat at his left. So this middle aged man sat there.

Not long after the car started to move, a person near the edge (Let said he is B) try to give out some papers. Like an advertisement paper. He also tried to touching people’s hand like demonstrating a massage like what the paper said. D was the last person he touched. After that, he stopped the car and get out as soon as possible after paying to the driver. When the car moved again, suddenly the person at the edge (let says he is C) asked to D, “Is there anything missing? Like cellphone perhaps?” D started to panic. He checked his cellphone, which was gone already. So C suggested to D that he must hop out and chase the only person who touched him, B. Looks like C was good enough for willing to paid D’s transport cost. And that’s how the pickpocket done according the flat eyes.

Is that just it? Is it that simple? Hell no. In fact, A, B, and C are the suspect of this crime. The plan is, A told the victim (D) to sit near him. B started to take people’s attention by giving advertisement paper. A take this chance to get the cellphone. After successful attempt, B hoped out of the car. Soon after that, C warned D about pickpocket threat. After it’s confirmed that the cellphone was gone, C suggest to D to go after B. This was for keep D away from A, the real executor of the pickpocket. And viola, A was not caught, and B was found empty handed. While D was still confused where his cellphone gone.

What a great plan isn’t it? Well, this method already started long ago. But it seems lots of people still weren’t aware of it. So I post this in hope that whoever read this, can raise their awareness at public place about this threat. Be careful with your surroundings ^_____^a